Minggu, 12 Juni 2011

Ketawa yuuukk....

Ada Ular Bertanya Pada Temannya

Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Meliuk-liuk lincah dengan panjang tak kurang dari satu meter.Puannjaaangg! terlebih kulit mereka yang hitaam legam lagi bersisik.Dijamin, siapa pun yang melihat mereka akan menjerit ketakutan! sesekali mereka berdesis kencang seraya terus melaju mencari korban.
Di dalam perjalanan, tiba-tiba ular pertama bertanya kepada temannya.
"Eh,aku boleh tanya nggak?"
"Boleh, mau tanya apa?"
"Kita ini ular kan?"
"Iya."
"Terus,kita ini dari jenis ular berbisa atau enggak, sih ?
"Entahlah,aku juga nggak tahu.Emangnya kenapa?"
"Duuh,gimana ya? Barusan, aku nggak sengaja menggigit bibirku...


Tebak-Tebakan

Tanya : " Kentang apa yang bisa  bikin bayi berhenti nangis?"
jawab : " kentaaang..kenting, kentang-kintung,kentang-kenting,kentang-kintung!

Tanya : " Kenapa bumi makin hari makin panas?"
jawab : " karena matahari buka cabang di mana-mana!"

Tanya : " Apa persamaan tukang mie tek-tek dan tukang urut?"
jawab : " sama-sama nggak jualan bakso!"

Tanya : " Kenapa anak babi kalo jalan nunduk?"
jawab : " Karena malu ibu bapaknya babi."

Tanya : " Kenapa anak kelinci kalo jalan suka lompat-lompat?"
jawab : " Soalnya dia seneng ibu bapaknya bukan babi!"

Tanya : " Mandi biar apa hayooo?"
jawab : " biiiaaar..byur, biaaar byur!"

Tanya : " lagu anak-anak apa yang paling panjang sedunia?"
Jawab : " Anak ayam turun semilyar! Coba nyanyiin!"

Tanya : " Siapa penyanyi yang punya 25 kakak kandung?"
jawab : " Meggy Z donk! kakak-kakaknya bernama Meggy A, Meggy B, Meggy C, sampe Meggy Y!"

Tanya : "Ada nenek-nenek tenggelam di laut. Di manakah munculnya?"
Jawab : " Di koran!"

Tanya : " Baju Superman ada lambang S, kenapa Batman engga ada B nya?"
jawab : " Soalnya uda dipake oleh Bobo

Kucing-Kucing Pintar
Dua orang cowok lagi saling membanggakan kucing peliharaannya masing-masing. dua-duanya ngotot kalo kucingnya yang paling keren
Cowok 1 : Kucing gue paling hebat ,deh. Setiap jam 6 pagi dia stand by di depan gerbang,nungguin tukang koran.Begitu koran datang, dia langsung bawa ke tempat gue tidur  atau meja makan tempat gue sarapan."
Cowok 2 : " Iya, gue tahu kok."
Cowok 1 : (kaget) " Darimana lu tahu?"
Cowok 2 : " Kucing gue yang cerita."

Sabtu, 11 Juni 2011

Pendidikan Perempuan


Pendidikan Perempuan merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka transformasi pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, nilai, dan budaya pada kaum perempuan agar dapat mempertahankan kehidupan, memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban, meningkatkan daya saing sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam program pembangunan nasional. Program pendidikan perempuan berada pada Sub. Direktorat Pendidikan Perempuan, Direktorat Jenderal Pendidikan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, Departemen Pendidikan Nasional.

Sasaran
Sasaran Program Pendidikan Perempuan adalah Perempuan semua usia yang tidak memiliki kemampuann/keterampilan, miskin dan rawan terhadap tindak diskriminasi/kekerasan/trafiking.

 Tantangan Pendidikan Perempuan
1.  Masih tingginya tingkat buta aksara perempuan, sehingga menghambat mereka dalam mengakses kesempatan kerja/berusaha.
2.  Adanya keyakinan nilai budaya yang memandang perempuan hanya sebagai ibu rumah tangga ( tugas domestik), sehinggga tidak perlu mencari kehidupan ekonomi karena itu tugas laki-laki.
3.  Tertinggalnya tingkat pendidikan perempuan berdampak terhadap rendahnya kualitas hidup perempuan. Kondisi ini membawa turunan yang signifikan tentang ketertinggalan perempuan dalam setiap bidang kehidupan.
4.  Adanya diskriminasi perlakuan dan kebijakan terhadap perempuan dalam melakukan usaha produktif.
5.  Kurangnya semangat daya saing dan keberanian di kalangan perempuan yang disebabkan ketimpangan perlakuan dan pandangan masyarakat terhadap perempuan sehingga menurunkan tingkat prestasi dan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang pembangunan.
6.  Terbatasnya kesempatan yang diberikan kepada perempuan dalam melakukan berbagai bidang pembangunan, sehingga kreativitas dan inovasi perempuan dalam proses pembangunan tidak optimal.

Kebijakan Pendidikan Perempuan
Kebijakan Pendidikan perempuan diarahkan pada 3 aspek pembangunan pendidikan perempuan yaitu peningkatan dan perluasan akses pendidikan bagi perempuan pada semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan perempuan serta meningkatkan akuntabilitas pendidikan permpuan melalui perbaikan pengelolaan kelembagaan pendidikan perempuan.

Program Subdit Pendidikan Perempuan
  • Program Peningkatan Kecakapan Hidup Perempuan (Kegiatan Peningkatan kesejahteraan perempuan, Peningkatan Pendapatan  Ekonomi Perempuan (PPEP), Negosiasi)
  • Program Pendidikan Keluarga (Program Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender-PKBG)
  • Program Peningkatan Kapasitas Pendidikan Perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan 
  •  Program Pendidikan Adil Gender Bagi Perempuan
  • Program Penguatan dan Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Perempuan (kegiatan Perumusan Kebijakan Pemberdayaan Perempuan Bidang Pendidikan, Konsolidasi dan koordinasi Program Pendidikan Perempuan dengan instansi terkait).
  •  Program Pendidikan Pencegahan Trafiking
  • Program Pendidikan Kesehatan (HIV/ Aids, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lingkungan)
  •  Program Advokasi, Sosialisasi, Komunikasi dan Edukasi

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.
Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini
  • Infant (0-1 tahun)
  • Toddler (2-3 tahun)
  • Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun)
  • Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun)
Sebetulnya pendidikan anak usia dini telah menjadi perhatian dunia internasional. Pertemuan Forum Pendidikan Dunia tahun 2000 di Dakar Senegal menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi pendidikan untuk semua dan salah satu butirnya adalah memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung, Indonesia sebagai salah satu anggota forum tersebut terikat untuk melaksanakan komitmen ini.
Meskipun PAUD sangatlah penting dalam mengembangkan SDM tetapi di Indonesia sendiri PAUD belum menjangkau semua masyarakat, hanya sebagian kecil masyarakat yang mampu menjangkau PAUD. Anggapan lain yang salah mengenai PAUD adalah di dalam PAUD tidak diperlukan profesionalisme. Padahal sebenarnya dalam PAUD diperlukan tenaga-tenaga profesional yang mampu untuk membelajarkan anak dan mampu memahami perkembangan anak-anak agar nantinya mereka dapat tumbuh SDM yang berkualitas dan mampu menyiapkan diri menjadi manusia indonesia seutuhnya.

Jumat, 10 Juni 2011

Cita-cita Masa Kecil, Ingatkah....??

Masihkah kita ingat tentang cita-cita kita saat masih kecil? 
Jika sewaktu kecil ketika kita ditanya tentang cita-cita kita, kita akan menjawab dengan jawaban yang mantap" aku ingin jadi dokter!" , itu adalah salah satu jawaban polos yang mungkin akan terlontar dari mulut kita sewaktu kecil. Tapi setelah kita mulai beranjak dewasa masihkah kita ingat mengenai cita-cita yang pertama kali terucap dari mulut kita?. Beranjak dewasa mungkin cita-cita kita bisa berubah seiring dengan banyaknya hal yang kita lihat,kita pelajari, dan kita sukai.
Saat kita dewasa cita-cita kecil kita sering terlupakan dan kita mengajar cita-cita yang lain. Ada banyak alasan mengapa kita mengubah cita-cita kita saat kecil. seperti juga halnya aku. Sewaktu kecil aku pernah bermimpi dan bercita-cita menjadi seorang astronot. Itulah cita-cita pertama kali yang aku ucapkan karena aku ingin sekali tau bagaimana rasanya berada diluar angkasa. Tapi saat ini, saat aku sudah menjadi mahasiswa semester empat satu hal yang harus aku sadari adalah " aku sekarang bukanlah yang aku cita-citakan dulu". Lucu rasanya jika ingat mengenai cita-citaku dulu. Karena saat ini harus  berpikir realistis bahwa aku tidak mungkin menjadi seorang astronot. Seharusnya jika aku benar-benar bertekad menjadi astronot aku sudah mulai dengan belajar keras dari awal tetapi aku tidak melakukannya.Aneh rasanya karena aku juga tidak memiliki penyesalan karena aku tidak berhasil menjadi seorang astronot karena aku berpikir itu hanya cita-cita  masa kecilku. Aku mempunyai cita-cita yang baru yang menurutku lebih sesuai dengan diri dan kehidupanku sekarang.
Meskipun hanya cita-cita saat kita kecil tetapi sebenarnya jika cita-cita itu bisa kita wujudkan bukankah akan sangat hebat?. Saat kita kecil kepolosan kita untuk mengucapkan cita-cita yang hebat seperti dokter, insinyur dan bahkan presiden itulah yang sebetulnya  dapat membuat kita menjadi orang yang selalu termotivasi untuk mendapatkan cita-cita yang kita inginkan. Tetapi kedewasaan membuat kita menjadi berpikir  bahwa tidak semua cita-cita masa kecil kita dapat kita wujudkan karena mungkin ada hal-hal diluar perkiran kita.Cita-cita masa kecil bisa menjadi masa lalu yang mungkin terlupakan atau bisa menjadi mimpi masa depan yang ingin diwjudkan itu semua tergantung pada kita. Kita boleh melupakan cita-cita masa kecil dan mengejar cita-cita yang baru atau bahkan menjalani apa yang kita jalani sekarang meskipun itu bukan cita-cita kita. Tetapi yang pasti setiap orang pasti punya cita-cita. Bisa tidaknya cita-cita itu terwujud tergantung dengan usaha dan doa kita. Jika akhirnya kita tidak bisa meraih cita-cita kita maka bukan bermaksud untuk menyerah tetapi lebih berpikir realistis bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu kita dapatkan. Mungkin saja cita-cita baru kita ataupun hal yang kita jalani sekarang lebih baik dan lebih sesuai dengan diri kita daripada cita-cita masa kecil kita yang masih penuh dengan kepolosan. Tetapi mengingat cita-cita masa kecil tidak ada salahnya bukan...?














Minggu, 29 Mei 2011

Monggo..Monggo...

 Nuwuunnn....
sedikit cerita yang aku ingin tulis disini, tentang susahnya untuk membuat blog. Dua kali sudah gagal untuk verifikasi akun(  kalo gagal 3 kali dapat piring cantik..hahaha) akhirnya yang ketiga berhasil. Wuuiih senengnya bisa buat blog.
Resiko punya memori agak 'cekak' tiap bikin blog selalu lupa alamat dan pasword. Untuk kali ini karena menyadari akan memori yang 'cekak' dan males bikin blog baru alamat dan pasword terakhir aku catat dech!
Semoga blog baruku ini bisa jadi bahan bacaan  bagi kalian semua yang lagi iseng, untuk sekedar baca-baca yang walaupun isinya ya gitu dech...! hahaha
SELAMAT DATANG, SUGENG RAWUH, WELCOME