Jumat, 10 Juni 2011

Cita-cita Masa Kecil, Ingatkah....??

Masihkah kita ingat tentang cita-cita kita saat masih kecil? 
Jika sewaktu kecil ketika kita ditanya tentang cita-cita kita, kita akan menjawab dengan jawaban yang mantap" aku ingin jadi dokter!" , itu adalah salah satu jawaban polos yang mungkin akan terlontar dari mulut kita sewaktu kecil. Tapi setelah kita mulai beranjak dewasa masihkah kita ingat mengenai cita-cita yang pertama kali terucap dari mulut kita?. Beranjak dewasa mungkin cita-cita kita bisa berubah seiring dengan banyaknya hal yang kita lihat,kita pelajari, dan kita sukai.
Saat kita dewasa cita-cita kecil kita sering terlupakan dan kita mengajar cita-cita yang lain. Ada banyak alasan mengapa kita mengubah cita-cita kita saat kecil. seperti juga halnya aku. Sewaktu kecil aku pernah bermimpi dan bercita-cita menjadi seorang astronot. Itulah cita-cita pertama kali yang aku ucapkan karena aku ingin sekali tau bagaimana rasanya berada diluar angkasa. Tapi saat ini, saat aku sudah menjadi mahasiswa semester empat satu hal yang harus aku sadari adalah " aku sekarang bukanlah yang aku cita-citakan dulu". Lucu rasanya jika ingat mengenai cita-citaku dulu. Karena saat ini harus  berpikir realistis bahwa aku tidak mungkin menjadi seorang astronot. Seharusnya jika aku benar-benar bertekad menjadi astronot aku sudah mulai dengan belajar keras dari awal tetapi aku tidak melakukannya.Aneh rasanya karena aku juga tidak memiliki penyesalan karena aku tidak berhasil menjadi seorang astronot karena aku berpikir itu hanya cita-cita  masa kecilku. Aku mempunyai cita-cita yang baru yang menurutku lebih sesuai dengan diri dan kehidupanku sekarang.
Meskipun hanya cita-cita saat kita kecil tetapi sebenarnya jika cita-cita itu bisa kita wujudkan bukankah akan sangat hebat?. Saat kita kecil kepolosan kita untuk mengucapkan cita-cita yang hebat seperti dokter, insinyur dan bahkan presiden itulah yang sebetulnya  dapat membuat kita menjadi orang yang selalu termotivasi untuk mendapatkan cita-cita yang kita inginkan. Tetapi kedewasaan membuat kita menjadi berpikir  bahwa tidak semua cita-cita masa kecil kita dapat kita wujudkan karena mungkin ada hal-hal diluar perkiran kita.Cita-cita masa kecil bisa menjadi masa lalu yang mungkin terlupakan atau bisa menjadi mimpi masa depan yang ingin diwjudkan itu semua tergantung pada kita. Kita boleh melupakan cita-cita masa kecil dan mengejar cita-cita yang baru atau bahkan menjalani apa yang kita jalani sekarang meskipun itu bukan cita-cita kita. Tetapi yang pasti setiap orang pasti punya cita-cita. Bisa tidaknya cita-cita itu terwujud tergantung dengan usaha dan doa kita. Jika akhirnya kita tidak bisa meraih cita-cita kita maka bukan bermaksud untuk menyerah tetapi lebih berpikir realistis bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu kita dapatkan. Mungkin saja cita-cita baru kita ataupun hal yang kita jalani sekarang lebih baik dan lebih sesuai dengan diri kita daripada cita-cita masa kecil kita yang masih penuh dengan kepolosan. Tetapi mengingat cita-cita masa kecil tidak ada salahnya bukan...?














Tidak ada komentar:

Posting Komentar